|
|
|
|
2/16/2012
Mengenang Lamellong Kajaolalliddong
|
|
|
|
Lamellong
dikenal sebagai orang yang paling berperan dalam menciptakan pola
dasar pemerintahan Kerajaan Bone di masa lampau. Tepatnya pada abad
ke-16 masa pemerintahan Raja Bone ke-6 La Uliyo Bote’E (1543-1568) dan
raja Bone ke-7 Tenri Rawe BongkangngE (1568-1584). Lamellong muncul
ibarat bintang gemilang di kerajaan. Dengan pokok-pokok pikiran tentang
hukum dan ketatanegaraan. Pokok-pokok pikiran beliau menjadi acuan
bagi Raja dalam melaksanakan aktivitas pemerintahan.
Tentang
Lamellong di tanah Bugis, dilacak melalui sumber-sumber lisan berupa
cerita rakyat dan catatan sejarah, baik dari lontara maupun
tulisan-tulisan lainnya. Serpihan tulisan yang ada lebih banyak mencatat
tentang buah pikirannya yang menyangkut “Konsep Hukum dan
Ketatanegaraan” dalam bahasa Bugis Bone disebut “Pangngadereng”.
Dalam
lintasan perjalanan Kerajaan Bone dilukiskan, betapa besar jasa
Lamellong dalam mempersatukan tiga Kerajaaan Bugis, yakni Bone,
Soppeng, dan Wajo, dalam sebuah ikrar sumpah setia untuk saling
membantu dalam hal pertahanan dan pembangunan kerajaan. Ikrar ini
dikenal dengan nama “Lamumpatua” ri Timurung tahun 1582 pada masa pemerintahan La tenri Rawe BongkangngE.
Dalam
ikrar itu ketiga raja yakni, La Tenri Rawe BongkangngE (Bone), La
Mappaleppe PatoloE (Soppeng), dan La Mungkace To Uddamang (Wajo)
menandai ikrar itu dengan menenggelamkan tiga buah batu.
Pokok-pokok pikiran Lamellong yang dianjurkan kepada raja Bone ada empat hal, yakni : 1.Tidak membiarkan rakyatnya bercerai-berai; 2.Tidak memejamkan mata siang dan malam; | |
10. CIRI KEPEMIMPINAN RAJA BANGSA BUGIS
|
|
|
|
|
1.Mempunyai watak BUMI, yaitu seorang pemimpin
hendaknya mampu melihat jauh ke depan, berwatak murah hati, suka
beramal, dan senantiasa berusaha untuk tidak mengecewakan kepercayaan
rakyatnya
2.Mempunyai watak LANGIT, yaitu langit mempunyai keluasan yang tak terbatas hingga mampu menampung apa saja yg datang padanya. Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan batin dan pengendalikan diri yang kuat, sehingga dengan sabar mampu menampung pendapat rakyatnya yang bermacam-macam 3.Mempunyai watak BINTANG, yaitu bintang senantiasa mempunyai tempat yang tetap di langit sehingga dapat menjadi pedoman arah (Kompas). Seorang pemimpin hendaknya menjadi teladan rakyat kebanyakan tidak ragu menjalankan keputusan yang disepakati, serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang akan menyesatkan. 4.Mempunyai watak MATAHARI, yaitu matahari adalah sumber dari segala kehidupan, yang membuat semua mahluk tumbuh dan berkembang. Seorang pemimpin hendaknya mampu mendorong dan menumbuhkan daya hidup rakyatnya utk membangun negara dengan memberikan bekal lahir dan batin untuk dapat berkarya dan memamfaatkan cipta, rasa, dan karsanya. 5.Mempunyai watak BULAN, yaitu keberadaan bulan senantiasa menerangi kegelapan malam dan menumbuhkan harapan sejuk yang indah mempesona. Seorang pemimpin hendaknya sanggup dan dapat memberikan dorongan dan mampu membangkitkan semangat rakyatnya, ketika rakyat sedang menderita kesulitan. Ketika rakyatnya sedang susah maka pemimpin harus berada di depan dan ketika rakyatnya senang pemimpin berada di belakang. |